Posts

Ucapan adalah Doa : Awardee LPDP 2019

Image
LPDP. Sebuah nama yang sudah masuk ke dalam daftar mimpiku sejak awal memasuki masa perkuliahan. Tulisan LPDP yang tertulis rapi di urutan teratas mimpi, menjadi cambuk sendiri bagiku untuk terus memperjuangkannya. Bak gayung bersambut, momen itu akhirnya datang beberapa tahun setelahnya.  Bukti Perjuangan saat Mengikuti LPDP Edufair 2017 (yang ternyata ketua penyelenggaranya itu Mas Puguh, MC PK-147 :D) Jika Allah ridha, Allah memang akan mengatur timeline seseorang dengan begitu indah. Ku yakini, kita sebagai hamba hanya bisa percaya atas segala kehendak dan skenario yang telah dibuatkan untuk kita. Jika waktu untuk kita telah tiba, maka Allah akan mengabulkan dengan begitu mudahnya. Memang sulit jika kondisinya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, I'm sure, I've ever been in this situation, and everyone did too. What should we do is just do the best, whatever role in this earth that He gives to us. We should believe, one day, He will give us something best behin...

Ucapan adalah Doa: Pascasarjana ITB

Image
"Siap, nanti kamu lanjut kuliah di sana, aku di ITB ya!" Masih teringat jelas percakapan 2 insan di siang hari, yang entah bagaimana, ternyata sepertinya percakapan ringan tersebut terbawa oleh angin hingga sampai ke 'Arsy-Nya dan Sang Maha Mendengar pun mengabulkannya. Itulah mengapa, ucapan adalah doa, kan? Maka berucaplah yang baik-baik karena kita tidak pernah tau ucapan mana yang akan sampai ke 'Arsy-Nya. Idealis memang, mahasiswa S1 yang sudah memimpikan untuk melanjutkan kembali studinya ke jenjang yang lebih tinggi sejak memasuki tahun ke-dua kuliah. Tidak tanggung-tanggung, Jepang menjadi suatu mimpi yang tertempel di dinding, sebagai negara tujuan selanjutnya untuk kembali menimba ilmu. Saat itu, yang ada di benakku adalah selama mimpi masih gratis, kenapa tidak? Aku hanya bisa berusaha dan untuk hasilnya? Pasti sudah ada yang mengatur :D. Dibuat sejak tahun ke-dua masa kuliah S1 (bahkan masih ku simpan sampai hari ini) Waktu terus berjalan...

But Allah Will

Sudah berhari-hari sejak aku memutuskan berusaha untuk menutup lembaran lama. Ku kira seiring waktu berjalan, semuanya akan kembali baik-baik saja, tapi ternyata, semakin aku memberi jarak, pada saat yang sama juga aku semakin merasakan ketidaktenangan.  Ada yang bilang "t ime will heal ". Tetapi jika waktu-waktu yang telah dilalui tersebut diisi oleh ratapan, kesedihan dan penyesalan, bagaimana bisa menyembuhkan? Kata @ adjiesantosoputro , ketidaktenangan itu asalnya adalah dari pikiran kita sendiri, yang enggan beranjak dari kenangan masa lalu dan juga masih tidak bisa terima kalau hari ini dan masa lalu itu berbeda. Terperangkap dalam ilusi dan drama yang dibuat sendiri. Menyedihkan sekali. Luka memang membutuhkan waktu untuk sembuh. Namun jika hanya mengandalkan waktu, bertahun-tahun menunggu pun sakit dari luka itu akan tetap ada. Butuh niat dan upaya, terlebih penerimaan pada diri jika hati ini memang pernah terluka oleh harapan yang dibuat-buat sendiri....

Quarter Life Crisis? Siapa Takut!

Image
Tak jarang, dulu saat kita masih kecil, ingin sekali segera tumbuh menjadi dewasa. Melihat kehidupan orang dewasa yang hidup dengan lebih bebas tanpa ada aturan yang sangat mengikat, seperti harus tidur siang, mengerjakan pr, makan tepat waktu. bisa main kapanpun dan kemanapun bersama teman-teman, bisa jadi dokter, pilot, polisi dan pekerjaan keren yang lainnya. Wahhh, indah sekali pokoknya bayangan menjadi orang dewasa dulu. Namun, saat sudah memasuki masanya, tak jarang juga yang ingin kembali lagi ke masa kanak-kanak, dimana semua sudah diatur, ngga pusing mikir nanti makan apa, siang pulang sekolah bisa tidur, gizi masih ada yang mengatur, hal terberat yang dipikirkan hanyalah pr dari ibu dan bapak guru dan tidak pusing menentukan harus melangkah kemana, karena semua sudah ada jalurnya, setelah TK pasti lanjut ke SD, setelah SD lanjut ke SMP, setelah SMP lanjut ke SMA. Nah, masa yang rawan adalah terjadi setelah SMA, karena masing-masing pasti akan mempunyai jalannya sendiri, en...