Posts

Mengambil Jarak

Image
Sore hari itu, aku merasa kacau sekali. Pikiran-pikiran liar yang selalu ku tolak untuk hadir di hariku seketika merengsek masuk tanpa memberiku jeda untuk mengusirnya. Hari itu aku kalah. Banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan, tetapi sama sekali tak bisa ku sampaikan, bahkan hingga detik ini tulisan ini ku tuliskan. Mengambil Jarak. Pada akhirnya, itulah yang aku putuskan. Menjaga setiap jengkal perasaan yang telah dianugerahkanNya. Membiarkan semua pertanyaan yang tersimpan menjadi misteri. Hingga kelak nanti, takdir yang akan menjawabnya sendiri. Menciptakan jarak sama sekali bukanlah hal yang mudah. Dengan menciptakan jarak, itu berarti seseorang telah menyerahkan semua akhir ceritanya pada Sang Sutradara. Tanpa kembali berharap berada dalam alur dan latar cerita yang sama. Sebenarnya aku pun bertanya-tanya, apakah semua ini benar? Apakah keputusan ku untuk mengambil jarak ini tepat? Apakah aku salah jika ku ambil suatu langkah untuk menyembuhka...

Semangatmu Tak Boleh Mati, Semangat!

Image
“Tidak ada kata yang bisa saya ucapkan, kecuali bersyukur dan terus bersyukur”. Saya Febriati Dian Mubarokah, panggil saja Febri, mahasiswi Bidikmisi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret dan sekarang saya sudah berada di semester 5. Perjuangan yang begitu panjang dan tentunya inilah hal yang membuat saya tak bisa henti-hentinya untuk bersyukur. Banyak dari teman saya di kampus yang tidak percaya kalau saya merupakan mahasiswi bidikmisi. Alasan? Salah satu alasan mereka yang tidak percaya adalah karena saya berasal dari daerah yang bisa dibilang cukup maju dan mungkin teman-teman menilai semua penduduk di kota ini berada dalam situasi ekonomi dan pendidikan yang memadai. Hanya untuk membuka pikiran teman-teman saja, tidak selalu penduduk kota berada pada situasi yang memang   diinginkan, kadang mereka terjebak dalam situasi yang membuat semuanya terlihat begitu sulit. Bahkan dari beberapa teman kecil di sekitar rumah, hanya sebagian yang beruntung mendapatkan kesempatan...

We're what We Think and what We Feel

Image
Kata orang, pagi hari itu dapat menjadi penentu mood seseorang dalam satu hari. Begitu juga bagiku. Hal ini membuatku mengusahakan tiap pagi harus mendapat suntikan semangat, entah itu mendengar kajian, baca-baca sesuatu, melihat akun ig ibuknya kirana, dengerin playlist YouTube atau hal lain sesuai dengan keadaan. Sampai suatu hari, karena kegiatan yang sudah sedikit, tak sempetin streaming kajiannya AA Gym di Darut Tauhid, beliau live setiap pagi ba'da subuh. Hal yang ku suka dari tausiyah-tausiyahnya beliau adalah menekankan pada Tauhid. Hanya Allah lah segala-galanya. Senang? Ingat Allah. Berhasil? Ingat Allah. Sehat? Ingat Allah. Jatuh? Ingat Allah. Sakit? Ingat Allah. Sedih? Ingat Allah? Patah hati? Ingat Allah. (Loh apa itu yang terakhir? Wkwk). Tapi ya memang benar, karena apapun yang terjadi pada diri kita itu memang sudah ditakdirkan, sudah digariskan. Allah yang kasih, Allah juga yang akan mengambil. Iya, yang seperti ini memang sangat dibutuhkan terlebih untuk ku yan...

Kabar baiknya...

Image
Seseorang yang dekat denganmu, suatu hari bisa saja bergerak menjauh meninggalkanmu. Seseorang yang selalu ada di tiap harimu, suatu hari bisa saja pergi dengan jejak yang hilang tersapu angin melewatimu. Seseorang yang menjadi sumber semangatmu, suatu hari bisa saja jadi yang mematahkan semangatmu. Seseorang yang selalu berjalan beriringan, suatu hari bisa saja menjadi berjalan berlawanan dengan mu. Seseorang yang selalu menjadi tempatmu berbagi cerita, suatu hari bisa saja menghilang membawa seluruh ceritamu. Seseorang yang sudah kau percaya sebegitunya, suatu hari bisa saja melukai kepercayaan mu, bahkan meninggalkan luka yang teramat sulit untuk dihilangkan oleh mu. Ya, suatu hari, bisa saja hal-hal yang tidak kita harapkan akan terjadi, namun karena izinNya, semua bisa terjadi. Kabar buruknya, kita akan merasakan kehilangan yang sangat amat, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Kita tidak bisa menyalahkan seseorang akan perubahan yang terjadi pada dirinya, kare...

Muhasabah, Kuy!

Image
Kebiasaan memang akan menjadi biasa jika dibiasakan. Salah satu kebiasaan ku adalah meninggalkan tempat menulis ini dalam waktu yang sangat lama. Sebenarnya bukan karena waktu, sok sibuk sekali jika aku menyalahkan waktu yang membuatku sedikitpun tidak menulis. Aku tetap menulis, tapi di note hp, walaupun sedikit, hal itu sudah cukup membuat hati lega karena bisa menuangkan buah pikiran. Lalu apa yang membuat ku sering meninggalkan daydreamer ini dalam waktu yang cukup lama? Alasan paling kuat adalah rasa malas yang masih mendominasi ku, hmm, butuh penyemangat segera sepertinya biar rasa malas ini berkurang 😅. Baiklaah, jadi apa yang membuat jariku kembali tergerak untuk menyentuhnya? Momentum! Ya. Momentum ini tepat sekali, sebentar lagi kita akan sampai pada hari dimana dulu akupun sempat ikut larut dalam euforianya. Tahun baru dengan segala resolusi-resolusi tahun barunya akan segera bertebaran di media apapun. Lebih baik sebelum melakukan suatu kegiatan atau perayaan su...

Hikmah yang Terselip

Image
Can you guess, where is it? Setiap jalan cerita yang telah dituliskan untuk kita pasti selalu ada hikmah yang terselip. Terkhusus bagi mereka yang mau melapangkan hatinya untuk menerima setiap pelajaran yang telah dititipkan melalui setiap kejadian. Maka, setiap dari kita harus menyiapkan pena terbaik untuk merangkai setiap kejadian. Pena ku kali ini mengarahkan ku untuk kembali merangkai cerita pada suatu acara besar tingkat Asia. Sungguh beruntung aku mendapat kesempatan menjadi salah satu bagian acara besar se-Asia yang melibatkan orang-orang berhati lapang. Aku dipertemukan dengan mereka yang kondisi fisik nya tidak sempurna, tapi hatinya sangat lapang sehingga tidak terlihat wajah penyesalan dalam dirinya. Mereka memanfaatkan kekurangan yang ada pada diri menjadi kelebihan yang sangat unggul sehingga kekurangan yang ada pun tertutup secara utuh. Di saat yang sama, aku sedang berusaha membuka pintu-pintu yang telah disiapkan. Yakinlah, Sang Sutradara memang selalu ta...

Kamera

Image
Seperti kamera yang lensanya sangat piawai mengabadikan kejadian demi kejadian yang terjadi. Aku merasa seperti kamera yang sedang mencoba untuk mengabadikan cerita 2 insan yang sedang memendam rasa. Sekeras apapun lensa kamera itu berusaha untuk tidak mengabadikannya, tapi mau bagaimanapun berusaha, tugas lensa memang seperti itu, selalu ada celah untuk mengabadikan setiap rasa. Mengabadikan kejadian demi kejadian, menyambung untaian benang merah menjadi suatu garis cerita, menyusun spekulasi-spekulasi menjadi alur cerita yang nyata. Memastikan garis cerita yang membawa ku tak sengaja melewati garisnya telah kembali menjadi garis lurus yang aku tak akan lagi menyinggungnya. Ternyata tanpa dirasa, kamera itu sudah berusaha terlalu jauh untuk mengabadikan, sampai kamera itu lupa bahwa ia pun mempunyai kapasitas maksimum dalam mengabadikan. Terimakasih kepada yang telah menyempurnakan kamera dengan fitur hapus gambar di dalamnya. Sungguh, aku hanya ingin menjadi kamer...