Si Cantik, Edelweis :)

Bunga itu indah, terlebih jika kita menerapkan filosofi-filosofi baik yang biasa dikaitkan dengan kehidupan manusia. Bahkan tanpa mengetahui filosofinya pun, rangkaian bunga selalu indah untuk dipandang. Di antara bunga-bunga yang cantik itu, ada salah satu bunga yang sangat membuatku tertarik dan sempat ingin memilikinya.


dokumen pribadi

Edelweis, :)


Yep, Edelweis mempunyai nama latin Anaphalis javanica, yang dikenal secara populer sebagai Edelweiss jawaTumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai tumbuhan langkaEdelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara (wikipedia). Bunga ini tumbuh di lereng-lereng atau puncak-puncak gunung, yang membutuhkan niat dan stamina yang ekstra untuk melihatnya, karena untuk mendaki sebuah gunung tidaklah semudah menaiki tangga, banyak batu yang sewaktu-waktu dapat menimpa, jalan yang licin yang bisa membuat tergelincir dan masih banyak halangan yang lainnya. Intinya, dibutuhkan pengorbanan, perjuangan dan kesungguhan untuk bahkan hanya dapat melihatnya, ya, HANYA MELIHAT loh ya, tanpa dipetik, langka kan soalnya. Lalu, bunga ini juga disebut sebagai everlasting flower atau bunga abadi karena bunga ini tidak layu walau dipetik dan disimpan (asal di tempat yang kering).

Dari sumber yang didapat memang terdapat keunikan-keunikan yang dimiliki oleh bunga cantik ini dan jika kita dapat mengambil nilai kehidupannya, ya, sangat recommended untuk diterapkan di kehidupan teman-teman, terutama kalian para pecinta alam yang sukanya berkeliaran di alam hihi. Coba deh ah, dibahas yuk...

1. Edelweis dikategorikan sebagai tumbuhan langka
Tidak heran lagi jika bunga ini sudah menjadi tumbuhan yang langka. Karena kecantikan dan keterjagaannya (karena sangat jauh dari khalayak ramai) banyak sekali orang yang iri dengannya sampai menganguminya hingga ingin memilikinya, hingga akhirnya di tangan "anak nakal", bunga ini akan dipetik sesuka hati dan membuatnya berangsur-angsur akan menjadi punah. Beda lagi jika memang mereka yang katanya pecinta alam itu pecinta alam sungguhan, yang bisa kita sebut dengan "anak baik", bukan tidak hanya memetik, bahkan mereka bisa membantu dalam proses pelestariannya. 
Yang indah dan terjaga memang susah untuk didapatkan, tapi jika sudah biasa menjadi orang yang baik, maka akan lebih mudah menikmatinya karena mengagumi bukan berarti harus memiliki, kan? karena mereka tau, tidak semua yang ada di bumi ini bisa dimiliki, karena dia sudah menjadi haknya yang lain, mungkin para serangga yang dapat membantu penyerbukannya lebih berhak untuk memiliknya dibandingkan kita, untuk mereka cukup melihatnya tumbuh menjadi lebih indah sudah sangat membuatnya senang. Jadi, jika memang bukan hak kita, kenapa memaksa untuk memiliki, ya kan? :')

2. Edelweis mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus
Untuk menjadi sesuatu yang indah memang butuh perjuangan juga, ini buktinya. Menjadi indah tidak seinstan masak mie instan, bahkan masak mie instan yang mudah saja masih perlu proses dan perjuangan kan? wkwk, apalagi untuk menjadi indah. Seperti Edelweis yang berjuang sedemikian rupa hingga ia bisa hidup di tempat tandus itu. Proses sekecil apapun dapat menentukan masa depan seseorang kan, seperti menyebrang jalan misalnya, salah ambil keputusan bisa-bisa masa depan kita hilang, hehe, nyambung gak deh? nyambungin aja yaa-_-v. Intinya, tentukan jalan hidup kita untuk dapat berproses dan bisa bertahan di lingkungan manapun dan seperti apapun.

3. Untuk mendapatkan Edelweis dibutuhkan pengorbanan, perjuangan dan kesungguhan
Yep, intinya sama seperti poin di atas, bukan hanya untuk menjadi indah, tapi untuk memperoleh keindahan pun butuh yang namanya pengorbanan, perjuangan serta bersungguh-sungguh untuk menggapainya. 

4. Edelweis tidak mudah layu, menjadi lambang keabadian
Nah untuk yang ini, sulit juga untuk menghubungkannya dengan kehidupan. Memang ada yang abadi di dunia ini? Hanya Dia Sang Empunya alam kan? Sama manusia mah atuh, hidup di bumi saja hanya sekedar mampir, bagaimana mau abadi :". Ya, mungkin berarti bisa dibilang abadi, karena ada dia Yang Maha Abadi, bunga ciptaannya saja bisa dibilang abadi, bagaimana dengan Penciptanya, yakan?

Taraaaaaaaa, itu beberapa makna (originally, ngarang, wkwk) dari Edelweis cantik yang bisa diterapkan dalam kehidupan. Itu, cuma opini aja koook. Suka alhamdulillaah, ngga suka ya, ga masalah juga kan? hehe. Pertama kali tertarik dengan edelweis adalah saat teman satu kos pulang dari tempat wisata dan membawa satu pot bunga edelweis yang sampai sekarang masih disimpannya. Sering aku memperhatikan dan tak jarang juga terbesit di benakku untuk memilikinya. Tapi sekarang, semua keinginan itu perlahan hilang. Biarkan dia tumbuh di sana, menjadi lebih indah dan menjadi abadi pada tempatnya yang sesuai.

Selamat tumbuh, semoga kamu akan bertemu dengan pecinta-pecinta alam yang tepat untukmu ya, yang bisa merawat dan menjagamu dengan semestinya :).

Comments

Popular posts from this blog

Home is where your story begin

29 Days with SEA-Teacher Project : Teaching Practice and Evaluation Day

The Choice is Ours: Pelajaran dari Sarahza