Hikmah yang Terselip

Can you guess, where is it?

Setiap jalan cerita yang telah dituliskan untuk kita pasti selalu ada hikmah yang terselip. Terkhusus bagi mereka yang mau melapangkan hatinya untuk menerima setiap pelajaran yang telah dititipkan melalui setiap kejadian. Maka, setiap dari kita harus menyiapkan pena terbaik untuk merangkai setiap kejadian.

Pena ku kali ini mengarahkan ku untuk kembali merangkai cerita pada suatu acara besar tingkat Asia. Sungguh beruntung aku mendapat kesempatan menjadi salah satu bagian acara besar se-Asia yang melibatkan orang-orang berhati lapang. Aku dipertemukan dengan mereka yang kondisi fisik nya tidak sempurna, tapi hatinya sangat lapang sehingga tidak terlihat wajah penyesalan dalam dirinya. Mereka memanfaatkan kekurangan yang ada pada diri menjadi kelebihan yang sangat unggul sehingga kekurangan yang ada pun tertutup secara utuh.

Di saat yang sama, aku sedang berusaha membuka pintu-pintu yang telah disiapkan. Yakinlah, Sang Sutradara memang selalu tau apa yang dibutuhkan setiap pemeran. Aku merasa, Sutradara ku mengirim ku ke sini untuk belajar terlebih dahulu menjadi bagian dari masyarakat luas dengan berbagai macam karakter dan sifat yang ada. Belajar menyesuaikan diri dan mempertahankan prinsip yang sudah dibangun sejak lama, sehingga nanti jika saat terjun yang sebenarnya telah tiba, ku sudah siap menghadapi hal-hal yang akan ada.

Just Be Our Self and Find, at Least, One Person who Has the Same Vision with us

Apapun kegiatan yang telah diputuskan untuk dijalani, tetaplah menjadi diri sendiri. Jangan sampai terwarnai oleh sekitar jika memang itu bukan hal yang sesuai dan tidak cocok dengan diri kita. Bahkan jika bisa, kitalah yang mewarnai, memberikan dampak positif bagi sekitar dengan adanya kehadiran kita. Sekecil dengan cara mengingatkan shalat saja (jika sekeliling kita muslim) itu sudah menjadi hal yang positif menurutku, karena seperti yang kita tau, dunia memang melalaikan, kita tidak bisa hidup sendiri, maka saling mengingatkan adalah hal yang sangat penting. Aku pun begitu, masih belajar untuk tetap istiqamah, seringnya saat sedang sendiri dan berada di keliling orang yang  sedang sibuk bekerja, menjadi tidak enak jika tiba-tiba pergi untuk izin shalat. Namun beda rasanya saat ada teman yang bisa membersamai, semua memang akan lebih mudah jika tidak dilakukan sendirian. Tapi keadaaan kadang membuat kita harus melakukannya sendiri dan saat masa ini datang adalah saat keistiqamahan kita diuji. Semoga kita menjadi bagian dari mereka yang tetap selalu berusaha untuk istiqamah di segala kondisi.

Be Kind to Others and Others Will be Kind to You

Aku adalah tipe orang yang tidak enakan. Semua hal yang aku harus kerjakan saat aku bisa melakukannya sendiri, I will try my best. Pikirku, saat aku punya kerjaan, yang lain pun punya pekerjaan. Should I make them do what I have to do since they have their own business? Dan ini terjadi pada ku secara nyata saat ini. Aku diminta Ketua Pelaksana Divisi ku (yang juga merupakan dosen kenalan ku di kampus) untuk mengatur makan semua orang yang terlibat, dari petugas lapangan, judges, referee, sampai Technical Delegates, itu ada sekitar hampir 200 orang yang harus ku perhatikan supply makannya tiap jam makan datang. Aku sudah meminta bantuan untuk membantuku mendistribusikan makanan, namun karena dari panitia nya sendiri sudah ada tugasnya masing-masing jadilah seperti ini. Aku nya juga gamau ganggu-ganggu orang buat minta bantuin, kerena pernah coba buat minta tolong, eh ditolak :( wkwk sakit guyssss... 

"Ya kamu harus sendiri feb, gimana caranya pokoknya." 

Sempat merasa, ya ampun dorong-dorong trolley segitu banyaknya makanan, sendirian, cewek, wkwk, tapi ya biasa aja sih, capek dikit-dikit wajar lah ya, mana kadang ban trolleynya rusak, bikin harus mengeluarkan tenaga yang lebih banyak. Tapi capeknya ilang, soalnya setiap yang aku distribusiin makanan pasti senyum terus bilang terimakasih dengan tulusnya :'). Seneng deh pokoknya walau capek. Ini menjadi sebuah pelajaran juga, apapun pekerjaannya di luar sana, hargai. Bahkan hanya dengan satu kata 'Terimakasih', hal ini memang benar-benar nyata ajaibnya, dapat membuat mereka yang sedang capek-capeknya jadi lebih semangat lagi untuk bekerja.

Tibalah di hari ke 6 aku melakukan ini semua, pagi-pagi disamperin mas-mas petugas marshal.

"Mbak, nanti habis ini kalau mau ambil makanan, ke pos sini aja ya, kasian mbaknya bolak-balik sendiri terus, ke sini aja pokoknya nanti kita bantu."

Meleleh ku di pagi hari, terimakasih banyak mas nya :((((.

Aku segan meminta orang lain untuk membantuku, tapi saat ada yang dengan sukarela menolong, mengapa harus ditolak?

Intinya, berbuat baik saja terus apapun keadaannya, kasih senyum, jangan lupa bilang terimakasih tiap ditolong, sapa setiap orang yang ketemu, ajak ngobrol apapun. Masalah orang mau seperti apa dengan kita, itu sudah menjadi masalahnya dengan dirinya sendiri, bukan urusan kita. 6 hari ku sudah melakukan ini, sudah banyak yang menyapaku tiap datang di pagi hari, menyemangati tiap waktu jam makan, membantu distribusi, mengajak bercanda. How we can enjoy everything that we do, if we do it with a sincere heart.

Mungkin akan ada banyak pelajaran yang aku dapat lagi dibalik ini semua, atau mungkin dapat bonus yang lain juga? wkwkw, who knows :D. Mari kita biasakan pahami hikmah-hikmah yang dikirim Allah dari orang yang ada di sekitar kita, jika itu sudah biasa dilakukan, InsyaAllah kita akan menjadi pribadi yang lebih banyak bersyukur.

Selamat menjalankan aktivitas, siapapun, jangan lupa bersyukur :).






- Ditulis saat beberapa jam menuju Opening Asian Para Games 2018, banyak gabutnya, soalnya yang dikasih makan pada ngga ada di venue, wkwk :p

Comments

Popular posts from this blog

Home is where your story begin

29 Days with SEA-Teacher Project : Teaching Practice and Evaluation Day

The Choice is Ours: Pelajaran dari Sarahza