Sudah Digariskan. Betul, kan?



Aku pernah tertawa, tak jarang aku juga menangis. Sebagai seorang manusia, itu hal yang wajar, bukan?

Siklus hidup seseorang memang begitu, akan terus berputar selama masih menginjakkan kakinya di bumi. Chapter hidup lainnya juga akan segera menghampiri, dengan berbagai cerita yang akan mengisi.

Semakin dewasa, seharusnya semakin menyadari bahwa tugas kita bukan lagi hanya memikirkan diri sendiri, melainkan ada mereka yang menyayangi setulus hati. Ku kira itu akan semakin menyenangkan, tapi ternyata berkebalikan. Tidak bisa lagi semaunya, ego itu harus dikubur perlahan. Karena hanya dengan satu langkah kaki yang telah diputuskan, akan menentukan sebuah perjalanan lanjutan.

Yang ku tahu, itu semua sudah digariskan. Sebagai hamba, kita hanya bisa memperjuangkan. Betul, kan? :)

Comments

Popular posts from this blog

Home is where your story begin

29 Days with SEA-Teacher Project : Teaching Practice and Evaluation Day

The Choice is Ours: Pelajaran dari Sarahza